Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

1. Mukaddimah

Secara psikologis, manusia memiliki "Tangki Emosional" yang hanya bisa diisi melalui interaksi berkualitas, bukan dengan tumpukan materi. Bekerja tanpa jeda menyebabkan stres kronis yang mengikis empati. Ketika otak terus-menerus berada dalam mode survival untuk mencari uang, bagian otak yang mengatur kasih sayang (oxytocin) akan tumpul. Kehadiran fisik Anda di rumah tanpa kehadiran jiwa adalah sebuah kekosongan. Maka, meluangkan waktu bukan sekadar beristirahat, tapi mengembalikan hakikat Anda sebagai manusia yang memiliki ruh, bukan sekadar mesin pencetak rupiah.

Dalil Al-Qur'an dan Hadis :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)

وَلِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

"Dan sesungguhnya istrimu memiliki hak atas dirimu, dan tubuhmu pun memiliki hak atas dirimu (untuk istirahat)." (HR. Muslim)

2. Pelajaran dan Pesan

Keberhasilan sejati bukanlah saat Anda mampu membeli segalanya, tapi saat Anda masih memiliki waktu untuk menikmati apa yang Anda miliki bersama orang-orang tercinta. Jangan sampai Anda menjadi "asing" di rumah sendiri. Pekerjaan yang merampas peran Anda sebagai ayah, suami, dan hamba Allah adalah sebuah kerugian yang tidak bisa dibayar dengan gaji setinggi apa pun.

Ada seorang anak kecil yang menabung uang sakunya selama berbulan-bulan hanya untuk "membeli" satu jam waktu ayahnya. Ketika sang ayah pulang larut malam, anak itu menyodorkan uangnya dan berkata, "Ayah, ini ada 100 ribu, bolehkah aku membeli satu jam saja waktu Ayah besok pagi agar kita bisa sarapan bersama?" Sang ayah menangis menyadari bahwa selama ini ia memberikan kemewahan, tapi membiarkan anaknya kelaparan akan kasih sayang.

Hidup ini ibarat pemain sirkus yang sedang melakukan juggling lima bola. Bola-bola itu adalah: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Ibadah. Pekerjaan adalah bola karet; jika jatuh, ia akan membal kembali. Namun, empat bola lainnya—Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Ibadah—adalah bola kaca. Jika salah satu jatuh, ia akan retak, cacat, atau bahkan hancur berkeping-keping. Jangan korbankan bola kaca demi mengejar bola karet.

Banyak suami yang merasa sudah jadi pahlawan karena pergi sebelum subuh dan pulang setelah tengah malam. Pak, kalau di rumah cuma numpang tidur dan mandi, itu namanya bukan kepala keluarga, tapi "penghuni kos-kosan eksekutif". Jangan sampai nanti anak Anda bertanya ke ibunya, "Bu, om-om yang tiap malam numpang tidur di kamar Ibu itu siapa sih? Kok ganteng tapi jarang bicara?"

3. Kesimpulan dan Penutup

Saudara dan saudari yang berbahagia , sesungguhnya, waktu adalah satu-satunya aset yang tidak bisa dibeli kembali. Luangkan waktu untuk duduk bersama istri, bercanda dengan anak, dan bersimpuh di majelis ilmu. Jika pekerjaanmu menyita seluruh waktumu, maka sejatinya engkau sedang bangkrut dalam wujud orang kaya.

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Abu Sultan Al-Qadrie