1. Pembukaan

Secara sains, setiap sistem yang diciptakan memiliki apa yang disebut sebagai Internal Logic atau logika internal. Sebuah atom tahu ke arah mana elektronnya harus bergerak, dan sel-sel tubuh kita memiliki sandi genetik yang mengatur kapan mereka harus tumbuh atau berhenti. Jika keteraturan mikroskopis ini bisa berjalan tanpa cela, itu karena Sang Perancang memiliki pengetahuan absolut terhadap setiap partikelnya. Secara psikologis, jiwa manusia akan merasa sejuk dan aman ketika ia menyadari bahwa ia tidak sedang berjalan sendirian di ruang hampa. Ada intelejensia maha agung yang mengetahui setiap getaran kecemasan dalam neuron Anda bahkan sebelum Anda merasakannya. Mengetahui bahwa Pencipta Anda "tahu" segalanya tentang Anda adalah obat penawar rasa sepi yang paling mujarab.

Allah SWT menegaskan bahwa pengetahuan-Nya terhadap ciptaan adalah sebuah keniscayaan yang mutlak:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

"Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui." (QS. Al-Mulk: 14)

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa kedekatan ilmu Allah melampaui segala batasan fisik:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ

"Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud." (HR. Muslim)

2. Pelajaran dan Pesan

Jangan pernah merasa bahwa tidak ada yang mengerti bebanmu. Jika manusia di sekitarmu gagal memahami kerumitan perasaanmu, ingatlah bahwa Dia yang merakit setiap helai sarafmu tahu persis di mana letak rasa sakit itu. Pesan moralnya: berhentilah berpura-pura di hadapan Tuhan. Kejujuran kepada Allah adalah awal dari kesembuhan jiwa. Karena Dia sudah tahu, maka tugas kita hanyalah datang dan berserah.

Pernah ada seorang pemuda yang merasa hidupnya gagal total dan ingin mengakhiri segalanya. Ia merasa tidak ada satu pun orang di dunia yang paham betapa hancurnya hatinya. Di tengah keputusasaan, ia membuka Al-Qur'an dan matanya tertuju pada ayat: "Dia Mahahalus, Maha Mengetahui." Ia tersungkur menangis. Ia baru sadar, selama ini ia mencari pengertian dari manusia yang sama-sama terbatas, padahal ada Pencipta yang "Mahahalus" masuk ke sela-sela lukanya yang paling dalam. Ia berkata, "Aku merasa seperti anak kecil yang akhirnya ditemukan ayahnya di tengah kerumunan yang asing."

Bayangkan Anda membawa sebuah perangkat komputer yang rusak parah ke hadapan teknisi yang merakit komputer itu dari nol. Apakah Anda perlu berpidato panjang lebar menjelaskan kabel mana yang putus? Tidak perlu. Teknisi itu hanya perlu melihat satu detik untuk tahu di mana letak kerusakannya karena dia yang menggambar skemanya. Begitupun Anda; Anda adalah "perangkat" maha canggih milik Allah. Datanglah kepada-Nya dalam shalat, diamlah dalam sujud, dan biarkan Sang Perancang "menservis" jiwamu dengan ilmu-Nya yang maha luas.

Kita ini sering kali lucu. Beli barang di toko daring, kalau barangnya rusak kita komplain habis-habisan ke penjualnya karena kita yakin penjualnya paling tahu produk itu. Tapi giliran hidup kita yang "rusak", hati kita yang hang, dan pikiran kita yang lowbat, kita malah curhat ke media sosial atau tanya ke kolom komentar orang asing. Ingat, influencer itu cuma tahu cara pakai filter foto, tapi Allah tahu cara memperbaiki filter hatimu. Jangan salah alamat kalau mau "servis" nyawa!

3 . Kesimpulan dan Penutup

Saudaraku yang berbahagia , berhentilah merasa tidak dipahami. Allah tidak hanya menciptakan fisikmu, tapi Dia juga yang memegang kunci gudang emosimu. Kembalilah pada manual-Nya, sujudlah pada kebesaran-Nya. Karena hanya Pencipta yang memiliki hak prerogatif untuk memperbaiki ciptaan-Nya yang paling rumit, yaitu Anda.

Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita dengan cahaya ilmu-Nya. Wassalamu'alaikum