Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Secara psikologis, setiap hubungan manusia akan mengalami pasang surut emosional. Namun, dalam arsitektur pernikahan Islami, ketahanan sebuah keluarga tidak digantungkan pada perasaan manusia yang fluktuatif, melainkan pada kehadiran Dzat yang Maha Kekal, Allah Swt. Pernikahan adalah satu-satunya kontrak sosial yang didukung oleh "syariat langit". Ketika gairah Mawaddah (cinta aktif) mulai meredup karena faktor usia, penyakit, atau tekanan ekonomi, Islam menyediakan jaring pengaman bernama Rahmah (belas kasih). Secara ilmiah, Rahmah adalah bentuk kecerdasan spiritual tertinggi di mana seseorang mampu mengesampingkan kepentingan ego demi pengabdian kepada Khalik melalui pasangannya.
Dalil Al-Qur'an dan Hadis :
Allah Swt. memerintahkan para suami untuk tetap menjaga kebaikan meski dalam kondisi hati yang tidak menentu:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut (bil-Ma'rūf). Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS. An-Nisa: 19]
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa dosa adalah racun yang memisahkan hati:
مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ فِي الْإِسْلَامِ فَيُفَرَّقُ بَيْنَهُمَا إِلَّا بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا
“Tidaklah dua orang saling mengasihi karena Allah ‘Azza wa Jalla atau di dalam Islam, lalu keduanya dipisahkan, melainkan karena dosa yang dilakukan oleh salah satunya.” [HR. Ahmad]
2. Pelajaran dan Pesan
Pernikahan yang sukses bukan berarti pernikahan yang tanpa masalah, melainkan pernikahan yang "melibatkan Allah" dalam setiap penyelesaiannya. Jangan menganggap pernikahan gagal hanya karena rasa cinta (Mawaddah) sedang memudar. Di titik itulah Rahmah (belas kasih) bekerja sebagai manifestasi iman. Bertahan dalam kesulitan demi menjaga kehormatan pasangan dan agama adalah bentuk pengabdian tertinggi yang melampaui sekadar cinta biologis.
Ada seorang suami yang tetap setia merawat istrinya yang mengalami kelumpuhan total selama puluhan tahun. Ketika ditanya, "Mengapa engkau tidak mencari pengganti sementara istrimu tak lagi bisa melayanimu?" Ia menjawab sambil tersenyum, "Dulu saat dia sehat, dia melayaniku karena cinta. Sekarang saat dia sakit, aku melayaninya karena ketaatanku kepada Allah. Aku tidak merawat fisiknya, aku sedang merawat 'janjiku' di hadapan Allah saat akad nikah dahulu." Inilah indahnya kehadiran Allah dalam hati seorang hamba.
Pernikahan itu ibarat sebuah bangunan. Mawaddah adalah dekorasi dan cat yang indah di dindingnya; ia sedap dipandang namun bisa pudar oleh cuaca. Sedangkan Rahmah adalah fondasi dan tiang pancangnya. Saat badai ujian datang dan cat mulai mengelupas, yang membuat bangunan itu tetap berdiri tegak bukanlah warna dindingnya, melainkan kokohnya tiang ketaatan yang tertancap dalam pada bumi ketaqwaan kepada Allah Swt.
Seorang suami mengadu, "Ustaz, kenapa ya wajah istri saya sekarang tidak secantik waktu dulu kami baru menikah?" Ustaz itu menjawab, "Mungkin karena matamu terlalu banyak melihat 'pemandangan' yang haram di luar sana. Cobalah matamu kau tundukkan karena Allah, nanti istrimu akan terlihat cantik lagi." Si suami mencoba, dan seminggu kemudian dia kembali, "Ustaz benar! Istri saya sekarang terlihat cantik jelita lagi!" Ustaz tertawa, "Bukan istrimu yang berubah, matamu saja yang baru selesai 'dicuci' dari dosa." Ingatlah, dosa salah satu pasangan bisa membuat setan mengambil alih pandangan kita untuk saling membenci.
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia , Fondasi utama ketahanan pernikahan Islami adalah kehadiran Allah melalui Taqwa dan Istiqamah. Bergaul secara patut (Ma'ruf) bukan hanya menahan diri dari menyakiti, tapi bersabar saat disakiti. Jika kita membangun rumah tangga di atas ketaatan, Allah yang akan menjamin kerukunannya. Namun jika dibangun di atas maksiat, jangan heran jika ketenangan itu dicabut. Mari hadirkan Allah di dalam rumah kita, agar Sakinah senantiasa bertahta.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie