Khutbah Idul -Adh-ha 1447 ,  Mesjid Darul Falah Gampong Pineung , Banda Aceh

Memaknai Ibadah Haji dan Qurban

 

Khutbah Pertama

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَامَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ أمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ . وقال الله تعالى

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ( آل عمران: 102  )

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاءً وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِه وَالْاَرْحَامَ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ( النساء: 1 )

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَه فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ( الأحزاب: 70 - 71)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ,هو الله أكبر, الله أكبر ولله الحمد .....

Kaum Muslimin yang Berbahagia,

Atas rahmat Allah yang sangat agung, hari ini kita dipertemukan kembali dengan hari yang sangat mulia, yaitu Hari Raya Haji atau Idul Adha 1447 H. Kita baru saja selesai menjalani rangkaian amal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari yang sangat istimewa, di mana Rasulullah bersabda dalam hadisnya:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab: "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu pun (syahid)." (HR. Bukhari).

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Hari ini disebut sebagai Hari Raya Haji, karena saudara-saudara kita yang sedang berada di tanah suci Makkah Al-Mukarramah sedang menyelesaikan bagian terakhir dari manasik haji mereka. Khususnya pada hari ini, tanggal 10 Dzulhijjah, mereka selesai melempar Jumrah Aqabah dan melaksanakan tahallul awal. Itulah hari raya bagi mereka, hari di mana mereka telah bebas dari larangan dan pantangan ihram.

Hari ini juga disebut sebagai Hari Raya Adha, karena bagi kaum muslimin yang tidak sedang berhaji, disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban yang disebut Adha, yang berasal dari kata Udh-hiyah. Melalui kedua ibadah agung ini, Allah SWT melimpahkan pahala yang sangat besar, yaitu keampunan dosa.

Bagi yang melaksanakan ibadah haji, Rasulullah bersabda:

مَنْ حَجَّ لِلّٰهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya: "Barangsiapa yang berhaji karena Allah, lalu dia tidak berkata-kata keji dan tidak berbuat kefasikan, maka dia kembali (bersih dari dosa) seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan bagi yang berkurban, Nabi bersabda kepada putrinya, Fatimah ra.:

قُوْمِيْ إِلَى أُضْحِيَّتِكِ فَاشْهَدِيْهَا، فَإِنَّ لَكِ بِأَوَّلِ قَطْرَةٍ تَقْطُرُ مِنْ دَمِهَا مَغْفِرَةً لِكُلِّ ذَنْبٍ

Artinya: "Bangunlah dan saksikanlah qurbanmu, karena sesungguhnya pada tetesan darah pertama yang mengalir dari hewan qurbanmu, terdapat ampunan bagi setiap dosamu." (HR. Al-Bazzar & Al-Hakim).

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ,هو الله أكبر, الله أكبر ولله الحمد .....

Saudaraku yang Berbahagia...

Ibadah kurban ini sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi setiap muslim yang memiliki kelaparan rezeki dan kemampuan. Bahkan, saking pentingnya ibadah ini, Rasulullah memberikan peringatan keras bagi mereka yang mampu namun enggan berkurban melalui sabdanya:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Artinya: "Barangsiapa yang memiliki kelaparan (harta) namun ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Penyembelihan hewan kurban ini bukanlah sekadar ritual menumpahkan darah hewan semata. Ia merupakan aksi simbolik dari rasa perhatian dan kepedulian yang mendalam terhadap orang-orang yang berada di sekitar kita. Kurban melatih ego kita untuk runtuh, menekan sifat kikir, lalu menumbuhkan rasa empati agar kita dapat berbagi kebahagiaan bersama kaum dhuafa melalui sebungkus daging kurban.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ,هو الله أكبر, الله أكبر ولله الحمد .....

Jamaah Salat Idul Adha yang Dirahmati Allah,

Ketahuilah, sesungguhnya semua ibadah yang diajarkan dalam Islam harus bernilai sosial di samping sebagai bentuk ibadah murni kepada Allah SWT. Ibadah dalam Islam itu sejatinya memiliki dua sisi yang tidak bisa dipisahkan:

  1. Ibadah Sya'airiyyah (Ibadah ritual/simbolik langsung kepada Allah, seperti shalat, puasa, haji).
  2. Ibadah Ta'amuliyyah (Ibadah sosial/interaksi baik dengan sesama manusia, seperti zakat, sedekah, kurban, dan akhlak mulia).

Belum sempurna ibadah sya'airiyyah seseorang, sebelum diwujudkan dalam ibadah ta'amuliyyah. Hubungan vertikal kepada Allah (Hablun minallah) harus melahirkan hubungan horizontal yang indah dengan sesama (Hablun minannas).

Keduanya ibarat dua sayap bagi seekor burung. Burung tidak akan pernah bisa terbang jika hanya menggunakan satu sayap. Begitu pula dengan kita, kaum muslimin tidak mungkin bisa terbang menuju surga Allah jika hanya mengandalkan sayap ibadah sya'airiyyah saja, sementara ibadah ta'amuliyyah-nya patah.

Mari kita renungkan bagaimana lima rukun Islam mendidik kita untuk memiliki kedua sayap ini:

  • Rukun Pertama, Syahadat: Jalan masuk ke Islam, komitmen hidup bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan meneladani Nabi Muhammad .
  • Rukun Kedua adalah Shalat. Dengan shalat, kita mendapatkan ketenangan hati dan jiwa melalui zikir. Allah SWT berfirman:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya: "Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku." (QS. Thaha: 14).

Orang-orang yang beriman adalah mereka yang jiwanya tenang karena mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Shalat juga didesain oleh Allah agar kita terjaga dari perbuatan keji dan mungkat. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Surat Al-Ankabut ayat 45:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkat."

Dengan shalat pula, kita akan bersih dari dosa-dosa harian kita. Rasulullah memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang bagaimana shalat lima waktu membersihkan dosa, ibarat seseorang yang mandi 5 kali sehari di sungai yang mengalir jernih di depan rumahnya:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ. قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Artinya: "Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi di sana lima kali setiap hari, apakah masih ada kotoran yang tersisa pada badannya?" Para sahabat menjawab: "Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun." Beliau bersabda: "Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa." (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Rukun Ketiga, Puasa: Jalan pintas menuju takwa dengan menahan diri (imsak) dan merasakan pengawasan Allah (muraqabatullah). Melalui rasa lapar saat puasa, kita dididik untuk peka terhadap kelaparan orang miskin.
  • Rukun Keempat, Zakat: Menyucikan harta dan jiwa dari sifat kikir. Rasulullah bersabda tentang zakat:

تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

Artinya: "Zakat itu diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dikembalikan (disalurkan) kepada orang-orang faqir di antara mereka." (HR. Bukhari).

  • Rukun Kelima dan Terakhir adalah Haji. Haji sebenarnya adalah sebuah perjalanan yang sengaja dilakukan untuk pergi ke tempat suci, untuk melatih diri kita agar menjadi orang yang suci, dan mempertahankan keadaan suci itu sampai kita bertemu dengan Ilahi Yang Maha Suci, yang tidak akan menerima di akhirat kelak kecuali orang-orang yang datang dengan hati yang bersih.

Saat kaum muslimin pergi ke Baitullah, itu artinya mereka sedang pulang ke rumah suci atau rumah spiritual mereka, untuk menyucikan diri dari semua kotoran dunia yang selama ini mengotori hati.

Ketahuilah, Allah menetapkan Baitullah bukan karena Dia butuh tempat tinggal, tapi karena kita yang butuh tempat untuk "pulang" dengan penuh kesungguhan. Pengorbanan tenaga, waktu, dan harta yang dikeluarkan oleh para jemaah haji adalah bumbu yang membuat perjumpaan dengan-Nya terasa begitu nikmat dan berkesan. Tanpa pengorbanan, ibadah mungkin akan terasa hambar; namun dengan pengorbanan, ia menjadi api cinta yang membakar dosa-dosa kita dan menyinari jalan hidup kita selamanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Asy-Syu'ara ayat 88 dan  89:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ  اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ 

 (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ,هو الله أكبر, الله أكبر ولله الحمد .....

Kaum Muslimin yang Berbahagia,

Ibadah haji itu adalah momentum memenuhi panggilan cinta dari Sang Khalik. Allah SWT berfirman:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Artinya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj: 27).

Allah memanggil untuk memberi rahmat, bukan untuk memberati. Rahmat untuk meringankan beban dosa yang bertumpuk, menyucikan niat, dan menyinari jalan hidup kita dengan Nur Ilahi.

Maka, sepatutnya orang yang pulang berhaji itu telah membawa kesucian, kembali bersih seperti hari dilahirkan ibunya. Namun sungguh amat disayangkan, banyak yang pulang keadaannya sama saja seperti saat mereka pergi—tidak ada perubahan sosial dan akhlaknya. Padahal, jaminan haji mabrur yang berdampak baik pada diri dan sesama adalah surga, sebagaimana sabda Nabi :

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: "Dan haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga." (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah SWT menyempurnakan ibadah ritual (sya'airiyyah) kita dengan keindahan ibadah sosial (ta'amuliyyah) kita melalui momentum Idul Adha ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه . أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله, وبعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله . وقال الله تعالى: يا أيها الذين أمنوا إن تتقوا الله يجعل لكم فرقانا ويكفر عنكم سيآتكم ويغفر لكم والله ذوا الفضل العظيم .

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، حَيْثُ قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ,هو الله أكبر, الله أكبر ولله الحمد .....

Marilah kita tutup dengan doa :

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

رَّبَّنَا اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْۤ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.