Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

1. Pembukaan

Tahukah Anda bahwa saat Anda sedang asyik scrolling layar HP ini, ada 37,2 triliun sel di tubuh Anda yang sedang bekerja serentak? Jantung Anda berdetak 100.000 kali sehari, memompa darah ke seluruh pembuluh darah yang jika disambung panjangnya bisa dua kali keliling bumi. Otak Anda, dengan 86 miliar neuron, memproses informasi lebih cepat dari superkomputer mana pun. Hebatnya, semua ini terjadi secara otomatis. Anda tidak perlu menyetel alarm agar jantung berdetak saat tidur. Ada "Kecerdasan Maha Agung" yang mengoperasikan sistem maharumit ini agar Anda tetap hidup. Jika tubuhmu sesempurna ini, mungkinkah hidupmu diciptakan tanpa tujuan?

Allah SWT mengajak kita berkaca pada teknologi mahacanggih yang ada dalam diri kita sendiri:

وَفِيٓ أَنفُسِكُم أَفَلَا تُبْصِرُونَ

"Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Az-Zariyat: 21)

Rasulullah SAW pun mengingatkan bahwa setiap sendi yang bergerak adalah nikmat yang harus dipertanggungjawabkan:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

"Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian setiap harinya memiliki kewajiban sedekah." (HR. Muslim)

3. Pesan dan Pesan

Tubuhmu adalah amanah, bukan milikmu sepenuhnya. Jika Sang Pencipta sudah memberikan "fasilitas" operasional jantung dan sel secara gratis dan otomatis, maka tugas kita adalah menggunakan hasil kerja jantung dan otak itu untuk hal-hal yang diridai-Nya. Adalah sebuah pengkhianatan besar jika sel-sel yang Allah gerakkan dengan penuh kasih sayang, justru kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat atau memikirkan rencana jahat.

Ada seorang kakek berusia 80 tahun yang harus menjalani operasi jantung. Setelah berhasil, dokter memberikan tagihan medis yang sangat mahal. Kakek itu menangis. Dokter berkata, "Jangan khawatir, kita bisa bicarakan cicilannya." Si Kakek menjawab, "Saya menangis bukan karena uang ini. Saya menangis karena Allah telah memompa jantung saya selama 80 tahun secara gratis, dan saya tidak pernah sekalipun mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada-Nya." Kita sering lupa bahwa nafas adalah hutang syukur yang tak pernah lunas.

Pesawat Boeing 787 memiliki manual belasan ribu halaman. Tidak ada pilot waras yang terbang hanya menggunakan "perasaan". Hidup manusia jauh lebih rumit dari mesin Boeing. Jika menerbangkan pesawat saja butuh aturan ketat agar tidak crash, bagaimana mungkin kita berani mengarungi hidup tanpa membuka Al-Qur'an sebagai buku panduan? Berjalan tanpa panduan Allah itu bukan "mandiri", tapi sedang mengundang bencana.

Kita ini sering sok tahu. Mau rakit lemari dari toko furnitur saja kita bingung cari kertas panduannya, eh ini mau merakit masa depan malah pakai ilmu "kira-kira". Ingat, kalau HP rusak kita bawa ke service center resmi. Kalau jiwa Anda "hang" atau perasaan Anda "error", jangan dibawa ke dukun atau pelarian ke makanan. Bawa ke Penciptanya lewat sajadah. Sebab, hanya pabriknya yang punya suku cadang ketenangan yang asli!

3. Kesimpulan dan Penutup

Saudaraku, 37,2 triliun sel dalam tubuhmu tunduk patuh pada perintah Allah. Maka sungguh aneh jika kita yang memiliki akal justru menjadi satu-satunya bagian yang membangkang. Jadikan kerumitan mukjizat tubuhmu sebagai alasan untuk tunduk sedalam-dalamnya. Kita adalah mesin tercanggih, dan Al-Qur'an adalah manual wajibnya. Tanpa itu, kita hanya rongsokan yang berjalan.