1. Mengenal Sang Pembuat Perintah (Al-Amir) Sebelum Perintah (Al-Amr)
Bayangkan seorang anak yang diperintah oleh orang asing untuk tidak bermain di jalanan; ia mungkin akan membangkang. Namun, jika yang memerintah adalah ayah yang sangat ia cintai dan ia segani karena kewibawaannya, anak itu akan patuh bahkan sebelum alasannya dijelaskan.
Inilah rahasia generasi Sahabat. Mereka tidak sekadar menghafal ayat ayat Al-Qur an , tapi mereka jatuh cinta pada Pemilik ayat ayat tersebut. Tanpa mengenal Allah, syariat hanya akan terasa seperti beban legalitas yang melelahkan.
Allah SWT berfirman tentang pentingnya mengenal-Nya agar kita memiliki rasa takut dan tunduk yang benar:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama (orang-orang yang mengenal-Nya). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Fatir: 28)
2. Mengapa Kita Mudah Melanggar?
Ketika kita hanya fokus pada isi perintah (Al-Amr), akal kita cenderung mencari celah (hailah). Kita bertanya, "Bagaimana caranya agar ini tidak jadi haram?" atau "Apa ada pendapat yang lebih ringan?".
Ini terjadi karena hati kita kosong dari pengagungan kepada Allah. Jika kita sadar bahwa setiap butir hukum adalah pancaran dari Kebijaksanaan Sang Pencipta semesta, kita tidak akan berani bermain-main dengan hukum-Nya.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa inti dari ketaatan bukanlah gerakan lahiriyah semata, melainkan kondisi hati:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim)
3. Pesan Penting :
- Sahabat Nabi, ketika ayat tentang haramnya khamr (minuman keras) turun, mereka tidak bertanya "Boleh sedikit?" atau "Bagaimana kalau dicampur?". Mereka langsung menuangkan seluruh persediaan khamr mereka ke jalanan Madinah hingga kota itu banjir dengan khamr.
Kenapa mereka bisa secepat itu? Karena mereka sudah mengenal Allah selama 13 tahun di Makkah sebelum hukum-hukum berat turun di Madinah.
- Jangan jadikan Allah sebagai "Pemberi Tugas" yang hanya hadir saat Anda merasa berdosa. Jadikan Dia sebagai Kekasih yang Anda takut untuk mengecewakan-Nya.
Ketaatan yang lahir dari rasa takut akan hukuman mungkin akan membuatmu patuh, tapi ketaatan yang lahir dari rasa cinta dan pengagungan (Ta’dzim) akan membuatmu merasa nikmat dalam menjalankan perintah. Orang yang mengenal Allah akan merasa malu untuk mencari celah hukum, karena ia tahu bahwa meski ia bisa mengelabui manusia dan teks hukum, ia tidak akan pernah bisa mengelabui Sang Pembuat Hukum.
- Sibukkanlah dirimu dengan mempelajari asma dan sifat-sifat Allah. Rasakan kehadiran-Nya dalam hembusan napasmu. Saat keagungan Allah sudah menetap di hatimu, maka melakukan perintah-Nya akan seringan tarikan napas, dan menjauhi larangan-Nya akan semudah menghindari api yang berkobar.
Abu Sultan Al-Qadrie