Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Dalam psikologi sosial, terdapat istilah Impression Management, di mana manusia cenderung memakai "topeng" terbaik saat berada di luar rumah demi pengakuan dan status. Namun, secara ilmiah, kebahagiaan sejati seseorang ditentukan oleh kualitas hubungan di dalam lingkaran terkecilnya (primary group). Tekanan darah dan detak jantung kita lebih tenang ketika kita memiliki hubungan yang hangat di rumah. Kesuksesan di luar hanyalah dekorasi, namun kedamaian di dalam rumah adalah pondasi. Suami yang ceria di rumah secara tidak langsung sedang membangun ketahanan mental (resilience) bagi seluruh anggota keluarganya.
Dalil Al-Qur’an dan Hadis :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
"Dan bergaullah dengan mereka secara patut (baik)." (QS. An-Nisa [4]: 19)
إِنَّهُنَّ الْمُؤْنِسَاتُ الْغَالِيَاتُ
"Sesungguhnya mereka (wanita) adalah para penghibur (hati) yang sangat berharga." (HR. Hakim & Thabrani)
2. Pelajaran dan Pesan
Nilai sejati seorang lelaki tidak diukur dari seberapa banyak orang yang membungkuk hormat kepadanya di kantor, melainkan dari seberapa lebar senyuman anak dan istrinya saat ia membuka pintu rumah. Jangan sampai kita menjadi orang yang paling ramah kepada orang asing, namun menjadi orang yang paling pelit senyum kepada keluarga sendiri. Memuliakan istri bukan berarti lemah, tapi itu adalah bukti bahwa engkau adalah pria yang memiliki jiwa yang kaya dan berharga.
Dikisahkan dalam sirah, Rasulullah SAW meskipun memikul beban dakwah dan urusan negara yang sangat berat, beliau tidak pernah membawa gundah gulana itu ke dalam rumah. Pernah suatu ketika beliau pulang dan mendapati istrinya sedang bersedih, beliau tidak menghakiminya dengan logika, melainkan menghibur dengan kelembutan, bahkan mengajak istrinya lomba lari hanya untuk melihat senyumnya kembali. Nabi ingin mengajarkan bahwa setinggi apa pun jabatanmu di langit, engkau harus tetap membumi dan menjadi sumber kebahagiaan di dalam rumahmu.
Suami itu ibarat matahari dalam tata surya kecil bernama rumah tangga. Jika matahari itu bersinar hangat dan ceria, maka semua planet (istri dan anak-anak) akan berputar pada orbitnya dengan teratur dan penuh kehidupan. Namun jika matahari itu redup atau terlalu panas mematikan, maka seluruh sistem akan kacau dan dingin. Jadilah matahari yang menyinari, bukan badai yang menakuti.
Seorang suami berkata kepada ustadz, "Ustadz, saya ini kalau di kantor jadi singa yang ditakuti semua orang. Tapi kalau sampai depan pagar rumah, kok tiba-tiba saya jadi kucing yang jinak ya?" Ustadz tertawa dan menjawab, "Alhamdulillah! Itu tandanya kamu cerdas. Di luar boleh jadi singa buat cari nafkah, tapi di rumah jadilah 'kucing' yang menyenangkan. Singa kalau di rumah cuma bikin perabotan pecah, tapi kalau kucing, dia bikin semua orang ingin mengelusnya dengan kasih sayang. Pilih mana, ditakuti tapi dijauhi, atau dicintai tapi dicari?"
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudara dan saudari yang berbahagia, mari kita ubah prioritas kita. Nilai kita sebagai manusia terletak pada bagaimana kita memperlakukan "penghibur hati yang berharga" di rumah kita. Jadikanlah rumahmu sebagai tempat di mana engkau melepaskan topeng kehebatanmu dan mengenakan pakaian kerendahan hati serta keceriaan. Jika engkau sudah sukses memenangkan hati keluargamu, maka engkau telah sukses memenangkan kehidupan yang sesungguhnya.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Sultan Al-Qadrie