Ciri fisik Rasulullah SAW bukan sekadar rupa, melainkan cerminan kesempurnaan ciptaan Allah. Dalam kitab Asy-Syamail al-Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi, digambarkan betapa proporsionalnya tubuh beliau.

1. Detail Fisik yang Proporsional

Rasulullah memiliki perawakan yang tidak jangkung namun tidak pula pendek. Kulit beliau digambarkan azharul laun (putih kemerahan/bercahaya), bukan putih pucat.

  • Wajah: Bulat seperti rembulan, dengan dahi yang lebar.
  • Mata: Hitam pekat dengan bagian putih yang sangat bersih, dikelilingi bulu mata yang lentik.
  • Rambut: Rambut beliau hitam, tidak keriting kaku dan tidak lurus jatuh, biasanya panjangnya sampai menyentuh daun telinga atau bahu.

2. Tanda Kenabian (Khatamun Nubuwwah)

Tanda ini adalah stempel kenabian yang terletak di antara kedua tulang belikatnya, cenderung lebih dekat ke bahu kiri. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu:

رَأَيْتُ الْخَاتَمَ بَيْنَ كَتِفَيْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُدَّةً حَمْرَاءَ مِثْلَ بَيْضَةِ الْحَمَامَةِ

"Aku melihat khatam (tanda kenabian) di antara kedua bahu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berupa daging yang menonjol berwarna merah seperti telur burung dara." (HR. Muslim)

Kebersihan dan Penampilan dalam Islam

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan estetika dan kebersihan. Menjaga penampilan bukan berarti sombong, melainkan bentuk syukur atas nikmat Allah dan sarana dakwah agar orang lain tertarik pada kemuliaan Islam.

Dalil Al-Qur'an tentang Keindahan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur an  mengenai perintah berhias ketika beribadah:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A'raf: 31)

Hadis tentang Kebersihan dan Keindahan

Nabi SAW sangat menyukai keindahan karena itu adalah sifat Allah. Beliau bersabda:

إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan." (HR. Muslim)

Mengenai kutipan hadis yang Anda sebutkan tentang menjadi "tanda yang menonjol" (ka-annakum syaamah), hadis lengkapnya adalah sebagai berikut:

أَصْلِحُوا رِحَالَكُمْ وَأَحْسِنُوا لِبَاسَكُمْ حَتَّى تَكُونُوا كَأَنَّكُمْ شَامَةٌ فِي النَّاسِ

"Perbaikilah kendaraan kalian dan perbaguslah pakaian kalian, sehingga kalian menjadi seperti tahi lalat (sesuatu yang menonjol/tampak indah) di tengah-tengah manusia." (HR. Abu Dawud)

3. Kebersihan sebagai Identitas Muslim

Bagi seorang mukmin, kebersihan bukan sekadar urusan duniawi, tapi bagian dari keimanan. Rasulullah SAW bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

"Bersuci (kebersihan) itu adalah setengah dari keimanan." (HR. Muslim)

4. Kesimpulan

Mengikuti gaya hidup Rasulullah dalam hal kebersihan dan kerapihan adalah bagian dari Ittiba' (mengikuti Sunnah). Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang paripurna, yang memperhatikan detail terkecil mulai dari cara berpakaian hingga cara menata hati.

Seorang Muslim yang rapi, harum, dan bersih adalah "duta" bagi agamanya. Ketika orang melihat seorang Muslim yang penampilannya terjaga, mereka akan melihat keindahan ajaran Islam itu sendiri. Rasulullah $SAW$ pun selalu bersiwak, memakai minyak wangi (misk), dan menyisir rambutnya dengan rapi.

 

 Abu Sultan Al-Qadrie