1. Pujian Allah terhadap Akhlak Nabi Muhammad SAW
Meskipun Nabi diberi kesempurnaan fisik dan nasab, Allah memilih untuk memuji karakter/akhlak beliau sebagai pencapaian tertinggi.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. ("QS. Al-Qalam: 4)
2. Jaminan Allah atas Hafalan Al-Qur'an Beliau
Sebagai sarana dakwah, Allah memberikan mukjizat berupa ingatan yang kuat agar wahyu tetap terjaga tanpa ada yang terlupakan.
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ
Artinya: "Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa." (QS. Al-A'la: 6)
3. Kefasihan Berbicara (Jawami'ul Kalim)
Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling fasih tutur katanya, namun beliau tetap rendah hati dengan menyandarkan asalnya kepada suku Quraisy.
Hadis Nabi SAW
أَنَا أَفْصَحُ الْعَرَبِ بَيْدَ أَنِّي مِنْ قُرَيْشٍ
Artinya: "Aku adalah orang Arab yang paling fasih, namun aku berasal dari suku Quraisy."
(Disebutkan dalam berbagai literatur tarikh dan syarah hadis sebagai gambaran kefasihan beliau).
4. Menghargai Ciptaan Allah dan Melarang Mengejek Ciptaan Allah (Fisik)
Kisah teguran Nabi kepada Ibunda Aisyah RA menunjukkan bahwa menghina fisik seseorang adalah dosa besar karena sama saja dengan menghina Penciptanya.
Hadis Riwayat At-Tirmidzi:
لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ
Artinya: "Sungguh engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang jika dicampur dengan air laut, niscaya kalimat itu akan mengubah rasa (mencemari) air laut tersebut."
5. Lemah Lembut sebagai Kunci Dakwah
Kunci keberhasilan dakwah Nabi bukanlah kekuasaan atau kekerasan, melainkan rahmat dan kasih sayang. Jika beliau bersikap kasar, niscaya manusia akan menjauh.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Artinya: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.(" QS. Ali 'Imran :159)
Abu Sultan Al-Qadrie