Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir- Rahmanir-Rahim
1. Mukaddimah
Pernahkah kita menyadari bahwa saat ini kita sedang berada di atas "kendaraan" raksasa yang melaju sangat kencang? Bumi yang kita pijak ini berputar pada porosnya dengan kecepatan 1.600 km/jam di khatulistiwa, dan melesat mengelilingi matahari dengan kecepatan 30 km/detik. Secara logika, dengan kecepatan sedahsyat itu, kita seharusnya terlempar atau setidaknya merasa pusing luar biasa.
Namun, lihatlah betapa teduhnya hidup kita. Air di gelas tidak tumpah, bangunan kokoh tidak retak, dan tidur kita tetap nyenyak. Allah menyembunyikan kecepatan itu dalam kestabilan yang sempurna melalui sistem gravitasi dan atmosfer yang melekat erat. Inilah kasih sayang Tuhan yang membungkus kekuatan dahsyat menjadi ketenangan yang menyejukkan.
2. Uraian
Dalil Al-Qur'an dan Hadis
Allah SWT berfirman mengenai ketenangan bumi ini:
أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
"Bukankah Dia (Allah) yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang kokoh (statis/tenang), dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. An-Naml: 61)
Mengenai geraknya gunung (bumi) yang nampak diam:
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Naml: 88)
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita untuk senantiasa merenung:
تَفَكَّرُوا فِي خَلْقِ اللهِ ، وَلا تَفَكَّرُوا فِي اللهِ
"Berpikirlah kalian tentang ciptaan Allah, dan janganlah kalian berpikir tentang Dzat Allah (karena kalian tidak akan mampu)." (HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah)
3. Pelajaran dan Pesan
Kestabilan bumi mengajarkan kita tentang Amanah dan Ketundukan. Bumi yang besar saja patuh pada hukum gravitasi Allah demi menjaga kehidupan manusia, maka betapa malunya kita jika sebagai manusia kecil justru sering melanggar aturan-Nya. Kekuatan tanpa kendali adalah kehancuran, namun kekuatan Allah yang mengendalikan bumi adalah bentuk perlindungan. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang "kokoh" dalam prinsip (seperti bumi yang qarara), namun tetap memberi manfaat dan "bergerak" maju dalam kebaikan.
Bayangkan sebuah kota besar dengan gedung-gedung pencakar langit yang mewah. Penduduknya merasa aman di atas kekayaan mereka. Lalu, Allah "mengizinkan" bumi bergetar hanya beberapa detik saja melalui gempa bumi. Seketika, rumah seharga puluhan miliar retak tak berharga. Harta yang dikumpulkan puluhan tahun berubah menjadi puing dalam sekejap. Di saat itulah, manusia baru sadar betapa kecilnya mereka. Kita baru menghargai "diamnya bumi" justru saat ia mulai bergerak sedikit saja. Nikmat ketenangan bumi adalah kemewahan yang sering kita lupa syukuri hingga ia hilang.
Hidup manusia itu ibarat seorang penumpang di dalam kabin pesawat yang sangat mewah dan stabil. Mesin pesawat di luar sana menderu dengan kekuatan ribuan tenaga kuda, membelah langit dengan kecepatan tinggi. Namun, karena keahlian pilot dan canggihnya teknologi, penumpang di dalam bisa meminum kopi dengan tenang tanpa tumpah sedikit pun. Jika kita berterima kasih pada pilot manusia, mengapa kita sering lupa berterima kasih pada "Pilot Semesta" yang menjaga bumi ini tetap stabil dalam rotasiny
Pernahkah Anda membayangkan jika gravitasi bumi tiba-tiba "mogok" atau "cuti" selama lima menit saja? Mungkin saat Anda sedang pamer mobil baru di depan rumah, tiba-tiba Anda, mobil itu, dan bahkan bakso yang sedang Anda makan terbang melayang ke langit-langit atmosfer. Anda ingin marah, tapi tidak bisa karena sandal Anda sudah terbang duluan ke arah bulan! Allah membuat kita "menapak" bukan karena berat badan kita yang berlebih, tapi karena cinta-Nya yang mengikat kita di bumi agar tidak jadi astronot dadakan yang terlantar di ruang hampa.
4. Kesimpulan dan Penutup
Bumi tidak diam, ia berlari kencang. Namun Allah menjadikannya Al-Ardh Qarara (tempat yang stabil) demi kenyamanan kita. Satu jam kita merenungi keajaiban rotasi dan gravitasi ini, sungguh lebih baik daripada ibadah lahiriah tanpa penghayatan selama enam puluh tahun. Mari kita menatap langit dan bumi bukan hanya dengan mata kepala, tapi dengan mata hati.
Semoga perenungan ini menambah sujud kita kepada Dzat yang memegang kendali jagat raya. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Abu Sultan Al-Qadrie