Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir- Rahmanir-Rahim

1. Mukaddimah

Sobat religius yang luar biasa, secara psikologis, manusia memiliki ketakutan mendalam terhadap kesendirian atau monophobia. Kita cenderung mencari rasa aman melalui keterikatan dengan sesama manusia. Namun, secara ilmiah dan eksistensial, setiap keterikatan duniawi bersifat sementara karena keterbatasan ruang dan waktu. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang menyadari bahwa ketergantungan mutlak kepada makhluk hanya akan berujung pada kekecewaan. Ketenangan sejati muncul saat kita membangun hubungan dengan "Konstanta Agung"—kekuatan yang tidak terpengaruh oleh hukum pelapukan dan kematian. Mengenal Allah sebagai Al-Hayyu (Yang Maha Hidup) adalah terapi terbaik untuk menyembuhkan kecemasan akan perpisahan.

2. Uraian

Dalil Al-Qur’an & Hadis

A. Ayat Al-Qur'an (Tentang Keabadian Allah):

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۚ وَيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

Artinya: "Semua yang ada di atas bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." (QS. Ar-Rahman: 26-27)

B. Sabda Rasulullah SAW (Tentang Tiga Hal yang Mengantar ke Kubur):

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Artinya: "Yang mengantar mayat itu ada tiga, yang dua akan kembali dan yang satu akan tetap menemaninya. Ia diantar oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap bersamanya." (HR. Bukhari & Muslim)

3.Pelajaran dan Pesan

Janganlah engkau habiskan seluruh usiamu hanya untuk mencari rida manusia yang suatu saat akan meninggalkanmu di liang lahat. Betapa sering kita mengorbankan prinsip demi menyenangkan orang lain, padahal saat debu menimbun jasad kita, mereka semua akan pulang ke rumah masing-masing, mandi, makan, dan melanjutkan hidup. Hanya satu yang tetap menemanimu: Allah SWT dan amal salehmu. Cintailah Dia yang tidak pernah pergi saat semua orang menjauh.

Bayangkan suasana di pemakaman. Orang-orang yang sangat mencintaimu—istri, suami, anak-anak, dan sahabat karib—berdiri di pinggir liang lahat. Mereka menangis tersedu-sedu, seolah dunia akan runtuh. Namun, setelah jasad diturunkan dan tanah diratakan, satu per satu mereka berbalik badan. Mereka kembali ke mobil, kembali ke rumah yang hangat, dan meninggalkanmu sendirian dalam kegelapan debu. Sekalipun mereka memaksa tinggal di sana bersamamu, mereka tidak akan bisa memberimu manfaat sedikit pun. Di saat sunyi itulah, terdengar seruan syahdu di dalam batin: "Hamba-Ku, mereka semua kembali dan meninggalkanmu, tapi Aku tetap di sini. Tidak ada yang tersisa bagimu selain Aku, dan Akulah Yang Maha Hidup yang tidak akan mati."

Hidup manusia ibarat seorang pengembara yang menginap di sebuah hotel mewah di negeri asing. Di sana ia bertemu banyak teman dan pelayan yang ramah. Namun, saat waktu check-out tiba, ia harus keluar sendirian. Teman-teman hotelnya tidak akan ikut pulang ke rumah asalnya, dan fasilitas hotel tidak bisa dibawa serta. Rumah asalnya adalah akhirat; dan hanya pemilik rumah aslinya yang akan menjemputnya. Jangan terlalu terlena dengan "teman menginap" sampai kau lupa bertegur sapa dengan "Pemilik Rumah" yang menantimu di ujung perjalanan.

Kita ini terkadang lucu. Kita rela "jungkir balik" demi mendapat pujian dari teman-teman di media sosial, atau supaya tidak ditinggalkan oleh "geng" kita. Kita takut sekali dibilang gak asik oleh manusia. Padahal, saat kita di dalam kubur nanti, teman segeng kita itu paling-paling cuma bisa kirim ucapan "Turut Berduka Cita" lewat grup WhatsApp, lalu lima menit kemudian mereka sudah asyik bahas menu makan siang. Mereka tidak akan ikut masuk ke dalam kubur untuk sekadar menyalakan lampu buat kita! Jadi, berhentilah terlalu memuja makhluk; carilah perhatian dari Yang Maha Menjaga, karena Dia tidak butuh kuota internet untuk mendengar doamu!

4. Kesimpulan dan Penutup

Saudara-saudari terkasih, sadarilah bahwa kesendirian di liang lahat adalah sebuah kepastian. Siapkanlah bekalmu melalui amal saleh dan bangunlah kedekatan dengan Allah mulai sekarang. Karena saat dunia berpaling darimu, hanya Allah—Sang Maha Hidup—yang akan berkata: "Aku tidak akan meninggalkanmu."

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Abu Sultan Al-Qadrie