Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir- Rahim
1. Mukaddimah
Sahabat religius yang luar biasa, dalam ilmu sosiologi ekonomi, sebuah kemajuan peradaban dibangun di atas satu fondasi utama, yaitu Social Trust atau kepercayaan sosial. Secara ilmiah, pengkhianatan adalah racun yang menghancurkan sistem kerja sama manusia. Ketika seseorang mengkhianati komitmen, ia sebenarnya sedang menghancurkan reputasi dan harga dirinya sendiri di masa depan. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang memegang teguh janji. Ketidakjujuran dalam kemitraan mungkin memberikan keuntungan finansial sesaat, namun secara psikologis, itu akan menciptakan kecemasan permanen dalam batin, karena pengkhianat akan selalu hidup dalam ketakutan akan dikhianati balik oleh hukum alam.
2. Uraian
Dalil Al-Qur’an & Hadis
A. Ayat Al-Qur'an (Tentang Kebencian Allah pada Pengkhianat):
اِنَّ اللّٰهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ
"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang suka berkhianat lagi tidak berterima kasih." (QS. Al-Hajj: 38)
B. Sabda Rasulullah SAW (Tentang Ciri Munafik):
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya: "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat." (HR. Bukhari & Muslim)
3. Pelajaran dan Pesan
Pengkhianatan bukan sekadar mencuri uang secara sembunyi-sembunyi, itu adalah perbuatan rendah yang merusak akad suci. Jika Anda mengajak seseorang bermitra karena ia punya keahlian dan Anda punya modal, lalu setelah Anda menyerap semua ilmunya Anda menendangnya keluar agar bisa menguasai keuntungan sendirian, maka Anda telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Ingatlah, kekayaan yang didapat dari membuang kawan seperjuangan adalah kekayaan yang terlaknat. Janganlah menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih setelah jembatan kesuksesan berhasil Anda seberangi.
Bayangkan seorang pemuda berbakat yang memberikan seluruh jiwa dan keahliannya untuk membangun sebuah perusahaan dari nol bersama temannya yang bermodal. Ia bekerja siang malam, berbagi rahasia dapur, dan setia dalam masa sulit. Namun, begitu perusahaan itu besar dan stabil, sang pemilik modal mencari-cari kesalahan kecil untuk mengeluarkannya demi menguasai saham secara utuh. Sang pemuda pergi dengan air mata, bukan karena kehilangan harta, tapi karena kehilangan kepercayaan pada sebuah persahabatan. Ia membawa keahliannya, sementara sang pengkhianat tetap tinggal dengan modalnya, namun kehilangan keberkahan Tuhan dalam setiap keping hartanya.
Seorang pengkhianat itu ibarat orang yang mengenakan jubah sutra yang sangat mewah dan mahal, namun di bagian belakangnya terdapat robekan yang sangat lebar dan buruk. Ia mungkin merasa tampak hebat di depan cermin, namun begitu ia berjalan di tengah masyarakat, semua orang melihat kehinaannya dari belakang. Pengkhianatan adalah robekan pada karakter yang menyebabkan kejatuhan sosial dan moral seseorang, betapa pun ia mencoba menutupinya dengan kemilau harta.
Kita ini terkadang lucu. Kita merasa sangat cerdas saat berhasil "mengakali" mitra bisnis kita. Kita pikir itu adalah "strategi bisnis tingkat tinggi", padahal malaikat mencatatnya sebagai "strategi masuk neraka tingkat ekspres". Kita ingin rezeki lancar, tapi kita memutus "saluran rezeki" orang lain yang sudah berjasa pada kita. Ingat ya, bisnis itu bukan soal siapa yang paling licik, tapi siapa yang paling jujur. Kalau mau sukses sendirian tanpa mau bagi-bagi, mending bisnis sama dinding saja, tidak perlu ajak manusia! Jangan sampai Anda kaya di saldo bank, tapi miskin di saldo kepercayaan malaikat!
4. Kesimpulan dan Penutup
Saudara-saudari terkasih, pengkhianatan adalah jalan pintas menuju kehinaan. Jagalah kemitraanmu, hargailah jasa orang-orang yang membantumu saat sulit. Jangan pernah membuang mereka setelah kamu merasa cukup, karena Allah Maha Melihat setiap janji yang diingkari. Kemuliaan hanya milik mereka yang setia.
والله أعلم بالصواب
الحمد لله رب العالمين
Wassalamu’alaikum Warahmaullahi Wabarakatuh.
ِAbu Sultan Al-Qadrie