Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir- Rahmanir-Rahim

1. Mukaddimah

Tahukah Anda bahwa jantung manusia dan hewan memiliki sistem kelistrikan mandiri? Secara biologis, jantung memiliki pusat pacu elektrik yang membuatnya berdetak konstan. Namun, saat kondisi terancam, otak memerintahkan kelenjar pituitari untuk mengirim pesan ke kelenjar adrenal. Hasilnya adalah mekanisme bertahan hidup yang luar biasa: detak jantung melonjak, paru-paru melebar, dan gula darah dilepaskan sebagai energi. Inilah desain agung Allah yang memastikan makhluk-Nya memiliki kekuatan ekstra di saat darurat.

Setiap arahan Rasulullah ﷺ dalam menangani makhluk hidup bukanlah sekadar tradisi, melainkan wahyu yang memiliki dasar kebenaran mutlak:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰىۗ اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)

Sifat ihsan atau kebaikan tertinggi bahkan wajib diterapkan dalam proses penyembelihan, sebagaimana sabda beliau:

اِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik...” (HR. Muslim)

2. Uraian

Petunjuk Nabi adalah manifestasi kasih sayang kepada semesta. Larangan memenggal kepala atau memutus sumsum tulang belakang saat menyembelih adalah bentuk Ihsan. Nabi yang tidak menempuh pendidikan formal 14 abad lalu sudah mengajarkan etika kedokteran hewan tercanggih: kita mengambil nyawanya untuk kebutuhan kita, namun wajib menjaga kehormatan dan kualitas dagingnya dengan cara yang paling tidak menyakitkan. Ada kisah menarik tentang pemasok daging di Tiongkok yang awalnya keberatan dengan cara sembelih Islam karena dianggap mengurangi berat daging akibat darah yang terkuras habis. Namun, mereka takjub saat melihat hasilnya; daging hasil sembelihan sesuai Sunnah berwarna merah cerah dan segar, sementara daging yang kepalanya langsung dipenggal berwarna kebiruan, keras, dan penuh kuman karena darah kotor mengendap di dalam otot.

Tamsilannya sederhana: bayangkan sebuah saluran pipa air yang tersumbat. Jika Anda ingin membersihkannya secara total, Anda tidak boleh mematikan mesin pompanya terlebih dahulu. Anda harus membiarkan pompa tetap menyala sementara kerannya dibuka. Membiarkan sumsum tulang belakang tetap utuh adalah cara membiarkan "pompa" (jantung) tetap bekerja hingga tetes darah terakhir keluar dari tubuh hewan. Jika kepala langsung dipenggal, "listrik" ke jantung putus, pompa berhenti, dan darah kotor terjebak di dalam daging—ibarat pipa kotor yang mesinnya dimatikan sebelum selesai dibersihkan. Kita sering merasa lebih pintar dari Nabi, beranggapan bahwa "yang penting mati". Padahal, selisih beberapa sentimeter posisi pisau menentukan apakah kita makan daging sehat atau "gudang penyakit". Jangan sampai karena merasa modern, kita malah makan steak yang warnanya kebiruan seperti karakter kartun Smurf!

3. Pelajaran dan Pesan

Pelajaran fundamental bagi kita adalah bahwa di balik setiap larangan agama, terdapat perlindungan bagi kesehatan manusia. Pesan moralnya: patuhlah pada syariat meskipun logika kita belum sampai ke sana. Sains sering kali baru bisa membuktikan kebenaran wahyu ratusan tahun setelah wahyu itu turun. Mengikuti cara sembelih yang syar'i bukan hanya soal menjalankan ritual, melainkan bentuk tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi untuk memperlakukan makhluk lain dengan penuh martabat dan kasih sayang.

4. Kesimpulan dan Penutup

Ketidakmampuan Nabi Muhammad ﷺ membaca dan menulis adalah bukti bahwa ilmu beliau murni dari Wahyu Ilahi. Setiap perintahnya adalah kesehatan dan setiap larangannya adalah perlindungan. Menyembelih sesuai sunnah adalah titik temu antara agama, kesehatan, dan peradaban yang luhur. Mari kita ikuti jejak beliau dengan penuh keyakinan, karena di setiap sunnah yang beliau wariskan, selalu ada mukjizat yang menunggu untuk disingkap oleh ilmu pengetahuan.

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh : Abu Sultan Al-Qadrie