Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
1. Pembukaan
Dalam dunia industri, setiap barang yang diproduksi memiliki identitas kepemilikan dan masa garansi. Secara biologis, manusia adalah sistem yang jauh lebih kompleks; kita memiliki "tanda tangan" genetik yang unik yang tidak bisa dipalsukan. Secara psikologis, manusia akan merasakan kedamaian yang mendalam ketika ia menyadari status kepemilikannya. Dalam sains perilaku, konsep belonging atau "merasa dimiliki" oleh entitas yang kuat adalah obat paling mujarab untuk kecemasan. Ketika kita sadar bahwa kita adalah properti milik Allah (Innalillahi), maka seluruh sistem saraf kita akan rileks, karena kita tahu bahwa Pemilik kita adalah Dzat yang Maha Menjaga dan Maha Bertanggung Jawab atas ciptaan-Nya.
Allah SWT menegaskan status kepemilikan manusia dan ke mana kita harus kembali saat terjadi kerusakan:
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ
"Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya pulalah kami kembali)." (QS. Al-Baqarah: 156)
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa keselamatan hanya terjamin jika kita tetap berada di jalur instruksi Pemilik aslinya:
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
"Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan." Sahabat bertanya: "Siapa yang enggan, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Siapa yang taat kepadaku masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dialah yang enggan." (HR. Bukhari)
2. Pelajaran dan Pesan
Kesadaran akan status Innalillahi (Kita milik Allah) membawa konsekuensi moral bahwa kita tidak berhak mengatur diri kita semau hati. Jika Anda adalah barang milik orang lain, Anda harus mengikuti aturan pakai dari pemiliknya. Menjalankan hidup sesuai Al-Qur'an dan Sunnah adalah cara kita menjaga agar "garansi" keselamatan dunia dan akhirat tetap berlaku. Jangan menjadi "barang curian" bagi hawa nafsu sendiri, padahal status kepemilikan Anda sudah jelas tertulis milik Allah.
Pernah ada seorang pria yang kehilangan segalanya dalam sebuah bencana. Saat orang-orang datang menghiburnya dengan rasa kasihan, ia justru tersenyum tenang. Ia berkata, "Kenapa kalian sedih? Harta itu milik Allah, nyawa keluarga saya milik Allah, dan diri saya pun milik Allah. Pemiliknya hanya sedang mengambil kembali barang-barang-Nya untuk disimpan di tempat yang lebih aman (akhirat). Saya tidak rugi, saya hanya sedang menunggu giliran untuk dipanggil pulang ke Dealer Resmi-Nya." Itulah puncak ketenangan; saat seseorang benar-benar paham makna Innalillahi.
Bayangkan Anda memiliki mobil super mewah. Ketika mesinnya rusak, apakah Anda akan membawanya ke bengkel pinggir jalan yang tidak jelas alatnya, atau ke Dealer Resmi yang punya suku cadang asli dan mekanik ahli? Jika Anda membawanya ke bengkel sembarangan, garansi Anda hangus! Begitupun hidup. Al-Qur'an dan Sunnah adalah "Dealer Resmi" manusia. Jika Anda mencoba memperbaiki kesedihan, kegagalan, atau masalah hidup Anda di "bengkel" hawa nafsu atau motivasi tanpa Tuhan, maka garansi keselamatan akhirat Anda terancam hangus. Suku cadang ketenangan yang asli hanya ada di Dealer Sang Pencipta.
Kita ini sering kali lebih takut kalau sticker segel di HP kita rusak daripada segel iman kita yang rusak. Beli HP baru, kalau segelnya sudah terbuka kita langsung protes: "Ini sudah tidak orisinal lagi, garansinya nggak laku!" Tapi anehnya, hidup kita sudah "dibongkar-pasang" oleh dosa, dimodifikasi oleh hawa nafsu, dan servisnya di bengkel maksiat, tapi kita tetap PD minta "garansi" surga. Ingat, Malaikat Maut itu auditor yang sangat teliti; dia tidak akan menerima barang yang segel ketaatannya sudah hancur karena salah tempat servis!
3. Kesimpulan dan Penutup
Saudaraku yang berbahagia , ingatlah identitas aslimu: Anda adalah milik Allah. Jangan biarkan hidupmu hancur karena diservis di tempat yang salah. Lakukanlah servis berkala melalui shalat, tadabbur Al-Qur'an, dan mengikuti Sunnah Nabi. Pastikan "garansi" keselamatanmu tetap aktif hingga saatnya Anda dikembalikan kepada Pemilik aslimu dalam keadaan yang terbaik (Husnul Khatimah).