Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

1. Pengantar

Dunia ini terus berubah dengan sangat cepat, namun manusia membutuhkan jangkar agar tidak terombang-ambing. Dalam Islam, terdapat konsep Tsawabit (hal-hal permanen yang tidak berubah oleh waktu) dan Mutaghayyirat (hal-hal fleksibel yang mengikuti perkembangan zaman). Lawan dari Wasathiyah di sini adalah Kekakuan Total, yang menganggap semua hal teknis adalah harga mati, sehingga Islam terlihat kuno. Sebaliknya adalah Liberalisme Ekstrem, yang ingin mengubah segalanya termasuk pokok akidah dan ibadah atas nama modernitas. Wasathiyah mengajarkan kita untuk "berpegang teguh pada akar, namun membiarkan dahan pohon kita tumbuh tinggi mengikuti arah angin zaman."

Dalil Al-Qur’an dan Hadis

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَآ اَنَا۠ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ

"Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku." (QS. Qaf: 29)

اَنْتُمْ اَعْلَمُ بِاَمْرِ دُنْيَاكُمْ

"Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian." (HR. Muslim)

2. Pelajaran dan Pesan

Jadilah pribadi yang berprinsip namun tidak kolot, dan jadilah pribadi yang adaptif namun tidak kehilangan jati diri. Kehebatan seseorang bukan terletak pada kemampuannya menghancurkan tradisi lama, juga bukan pada ketakutannya menghadapi masa depan, melainkan pada kecerdasannya memilah mana "emas" yang harus dijaga dan mana "wadah" yang harus diperbarui.

Teringat pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. yang sangat visioner: "Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu." Ini adalah pesan keadilan yang dalam. Beliau mengajarkan kita untuk tetap menjaga iman mereka (yang tsabit), namun membiarkan cara mereka belajar, bekerja, dan berinteraksi berkembang sesuai tantangan zaman mereka (yang mutaghayyir). Betapa indahnya, Islam tidak memenjarakan masa depan, tapi memberikan cahaya untuk menatapnya.

Prinsip dan cara itu ibarat Akar dan Buah. Akar pohon harus tetap di bawah, tidak boleh berubah posisinya agar pohon tidak mati (Tsawabit). Namun, buah dan daunnya akan terus berganti setiap musim sesuai cuaca yang ada (Mutaghayyirat). Jika akar dipaksa berpindah-pindah, pohon mati. Jika buah dilarang berganti, pohon akan membusuk. Wasathiyah adalah menjaga akar tetap kuat agar buah tetap segar sepanjang masa.

Ada seseorang yang saking "anti-perubahan", dia marah melihat orang mengaji Al-Qur'an lewat aplikasi di smartphone. Katanya, "Zaman Nabi tidak ada Quran di dalam kotak besi begini, ini bid'ah!" Temannya menyahut, "Lho, kalau gitu Ustadz kalau ceramah jangan pakai mikrofon, pakai suara asli saja sampai serak. Dan kalau mau ke masjid jangan naik motor, tapi naik unta. Masalahnya, motor Ustadz itu bensinnya lebih mahal dari harga pakan unta, lho!" Hikmahnya: Syariat itu kontennya, teknologi itu medianya. Jangan bingung membedakan antara air dan gelasnya.

3. Kesimpulan dan Penutup

Saudara dan saudari yang berbahagia, mari kita kokohkan akidah dan ibadah kita yang tidak akan pernah berubah hingga kiamat tiba. Namun, mari kita buka pikiran kita seluas-luasnya untuk inovasi, teknologi, dan cara-cara baru dalam memajukan peradaban. Jangan kaku pada yang fleksibel, dan jangan mengubah yang permanen. Itulah jalan tengah yang menyelamatkan.

والله أعلم بالصواب

الحمد لله رب العالمين

Wassalamu’alaikum Warahmaullahi Wabarakatuh.

ِAbu Sultan Al-Qadrie